
Tanjung Pinang dilihat dari laut
Monumen lambang Kota
Jalan Merdeka
Ini nih Monumen Raja Ali Haji di Tepi Laut. Sekarang Patungnya sudah tidak ada lagi. Yang tertinggal monumen tanpa patungnya saja.
Tanjung Pinang Waktu Malam. Tuh Masjid Raya Tanjung Pinang.
Masjid Penyengat, salah satu peninggalan sejarah yang masih berdiri kokoh dan menjadi saksi kemegahan kerajaan Melayu Riau

Pagi hari habis lari pagi paling enak menyantap mie lendir di jalan Bintan. mmmmmmmhhh. yummyy


Batu Lepuk di lihat dari tanah seberang
Pulau Nangka yang eksotis

Label: myday
Akhirnya aq harus say good bye untuk 2100 q yang lama. bukannya g suka lagi tapi emang kondisi kesehatannya udah g bisa disembuhin lagi. Bayangin aja kalo aQ nerima telpon ataw nelpon selalu harus di cas. kalo g di cas bakalan death tuh batere. Belum lagi key pad nya itu loh yang bikin jari-jari q kapalan mencetnya. Lamaaaa banget keluar huruf/ angkanya. Huhhh pengennya main puzzle 2100 aja waktu itu tapi gimana aq bisa mobile.
Sebenernya tuh hp dah nemanin aq selama lebih kurang 4 taon. Semenjak aq kerja di Muka Kuning n beli hp ya 2100 itu. banyak sudah kenangan yang kualami sama 1200 q. dari yang suram, seram sampe yang gila. Banyak sudah jasanya terhadap perubahan hari-hari q.

Sebenernya aq mo beli blackberry. solanya Topan bilang ada yang mo jual Blackberry harganya dua jutaan n dia nawarin ke aQ. aQ langsung iya n nanya info dari dia, eh ternyata g jadi. Lagi ada something error. Padahal aq niat banget mo beli. Harus searching merek laen deeeh. Blackberry tinggal harapan.

1. Nokia emang tahan banting dibanding produk laen yang aQ kenal. Buktinya 2100 q walaw sering jatuh bangun dari saku bajuku dengan mulus di toilet tetep ja berfungsi walau agak tulalit gara-gara gegar otak.
2. aQ orangnya teledor banget untuk urusan menjaga kemulusan barang elektronik. Jadi harus cari yang g manja dan bisa diajak ajojing ( ??? )
Pilihan q jatuh sama item. Modelnya elegan dan maskulin (daripada aq milih warna pink???). Jadilah kini hari-hari q ditemani oleh 6300. N welcome to my life friend.


Label: myday
Label: Opini
Menonton Film Jameela dan Sang Presiden seakan melihat kenyataan bangsaku yang tercinta. Dengan apiknya Ratna Sarumpaet merangkai cerita mengenai kriminalitas yang tak pernah bisa diberantas di Indonesia. PERDAGANGAN PEREMPUAN atau bahasa kerennya TRAFICKING. Bahkan ketika para aktifis wanita yang bernaung didalam organisasi yang mempunyai nama yang mengindonesia turun langsung menangani korban traficking tak jua mampu menghapus traficking dari daftar kejahatan manusia.
Jamila dimasukkan dalam penjara yang dipimpin oleh seorang sipir perempuan yang sangat ditakuti, Ibu Ria (Christine Hakim). Di penjara inilah cerita Jamila bergulir, membuka sebuah luka bernama perdagangan manusia yang dialami oleh Jamila dan jutaan anak di Indonesia. Selama ini Jamila mencari adiknya yang terjerat dalam sindikat prostitusi anak, yang akhirnya mengantar Jamila ke penjara
Persidangan Jamila menjadi panas dan semakin kontroversial dengan kemunculan kepala golongan fanatik (Fauzi Badilah) yang mati-matian menentang pengampunan dari Presiden. Konflik di dalam penjara dengan Ibu Ria makin meruncing, sementara tekanan dari luar juga menjadi tidak tertahankan. Jamila semakin terpuruk, hukuman matinya semakin dekat.
Label: Resensi
Postingan Lebih Baru Postingan Lama Beranda
